Jakarta, jakartakima.id.
Kini keadilan rakyat Sapalih Deser, Sumatra Utara, kini hilang ratusan Hektar tanah dan sawah ladang di rampas oleh pengusaha hitam, kamis (07/08).
Rakyat untuk menuntut Keadilan di lndonesia, Kamis ,07/8/2025 , di Kantor Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Jakarta, minta keadilan, namun belum Mendukung dan Apresiasi TOLAK OLIGARKHI MAFIA TANAH TRAGEDI KEMANUSIAAN SAMPALI DESER.
Kini rakyat di jadikan sapi perahan oleh pengusaha Hitam, ada aktivis Bunda Nelly Pardede dan Rusman Pinem SSos,.Srikandi Farida Sebayang PPWI
Bersama Ketum PPWI Prof Wilson Lalengke Msc . Ia minta pihak hukum tangkap pelakunya.
Ia minta pada penegak hukum agar Tanah adat dan tanah warga bebaskan dari kuasaan pihak pengusaha hitam.
“Kami komunitas Emak emak Relawan Presiden Prabowo 08.sangat mengutuk keras upaya PMH berupa pemagaran tembok tinggi sepihak tanpa ada mediasi maupun pada pihak pemilik tanah”, ujarnya Bunda Melly P.
Menurut Bunda Nelly, yang di lakukan pengusaha hitam itu ia lakukan sepihak, aparat setempat di bayar, yang penting pemilik tanah bisa kosongkan lahanya.
“Kami melihat keputusan inkrah mahkamah agung tidak di indahkan ia lebih patuh penjabat Daerah ketimbang penjabat pusat”, ujarnya.
Melihat disisi hukum pengusaha hitam itu, kayak melawan hukum dan pihak pengadilan juga tidak diindahkan.
Hal ini bentuk Penzoliman egois upaya perbuatan melawan hukum ologarkhi menabrak rambu rambu hukum berkeadilan.
Kasus perampasan pertanahan oknum , atas tanah ex.HGU PTPN.2 Landreform Eigendom Verponding yang sudah demikian batas kadaluarsa.
Secara Hukum harus kembali ke Negara atas surat tayangan permohonan masyarakat sampali Deser Sumut, tahun 1999. SK.42.SK.43 Tim BPlus ATR/ BPN Pemda Sumut.
Menurut juga Prof. Nelson, bahwa pihak pengusaha hitam itu diduga di beking oleh Gubenur Sumatra Utara, demi kelancaran dan percepat pembebasan, ia gunakan penjabat daerah.
“Kami minta pihak kejagung harus usut tuntas Tanah adat dan warga Cipali Kab. deliserdang, Sumut tangkap para penjabat dan pengusaha hitam”, tuturnya Nelson.
Bahkan dikabarkan bahwa tanah milik warga di Cipali, Kab. Deliserdang ada 1.000 ha sawah dan ladang akan tanam kelapa sawit oleh pengusaha hitam.
Tanah yang di perbatasan kota akan di bikin perumahan elit untuk pengembangan ekonomi pengusaha hitam tersebut.
(dr. Bernard)

