Tangerang, jakartakoma.id.
Kepala Desa (Kades) Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (06/08)
Endang Suherman, mengungkapkan kekecewaannya terhadap PT Demes Karya Indah, kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan Musalla di lingkungan RSUD Balaraja.
Kekecewaan ini muncul setelah insiden pada tanggal 2 Agustus 2025, di mana awak media yang meliput kegiatan proyek tersebut diseret dan diusir oleh pihak PT Demes Karya Indah.
Dalam wawancara dengan pihak media, Bapak Endang Suherman menyatakan bahwa beliau sangat kecewa dengan tindakan tersebut.
Terutama karena proyek tersebut berada di lingkungan Desa Tobat.
Beliau dikenal sebagai Kades yang ramah dan terbuka dengan semua pihak, termasuk media.
Selama ini, beliau sering mengundang awak media untuk ikut membantu mengawasi proses pembangunan di wilayah Desa Tobat.
“Beliau sangat kecewa karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan prinsip keterbukaan dan transparansi yang selama ini dijunjung tinggi di Desa Tobat,” kata juru bicara Kades Tobat.
Bapak Endang Suherman telah langsung menegur PT Demes Karya Indah yang melaksanakan proyek tersebut dan meminta.
Agar hal serupa tidak terjadi lagi di masa depan, baik di proyek RSUD Balaraja maupun di proyek lainnya di wilayah Desa Tobat.
“Insiden ini telah mencoreng marwah pembangunan di Desa Tobat.
Kami akan terus berupaya agar wilayah kami tetap kondusif dan pembangunan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Bapak Endang Suherman.
Sebagai Kades yang telah menjabat selama dua periode.
Endang Suherman telah berupaya semaksimal mungkin untuk membuat Desa Tobat menjadi contoh yang baik bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Balaraja.
Beliau berharap agar Desa Tobat dapat menjadi lebih maju dan pelayanan terhadap masyarakat dapat meningkat.
“Harapan kami adalah agar Desa Tobat dapat menjadi contoh yang baik bagi desa-desa lain dalam hal pembangunan dan pelayanan masyarakat,” kata Bapak Endang Suherman.
Dengan demikian, Endang Suherman berharap agar PT Demes Karya Indah dapat lebih memperhatikan hubungan dengan masyarakat dan media dalam pelaksanaan proyek-proyek di masa depan.
(Daud73)

