Jakarta, jakartakoma.id
Pihak aktivis dari Universitas Kristen Prof.Dr. Henry meminta pada Presiden RI, agar serius tangkap para kuroptor yang maling-maling uang negara, Jakart Selatan, Jakarta, minggu (13/04).
Jika pihak presiden yang ke-8 ini tidak serius menangkap para kuroptor negara akan terancam bangkrut, seperti Negara Srilingkah.
Negara Indonesia ini terlalu besar, harus benar-benar serius menangani kasus seperti, Maling-maling, Narkoba, Perselingkuhan, Penyeludupan BMM dan terorisme.
Jika ini benar-benar di tangani oleh Pemerintah Pusat, hidup Rakyat akan akan sejahterah.
Hasil kuropsi gambaran seperti, Hal ini di Jakarta sudah terlihat beras, minyak sayur yang justru prodak negeri sendiri sudah di dapat mahal pula.
“Begitu juga sebaliknya, jika pemerintah tak serius akan balik pada Presiden RI, akan tumbang di tengah jalan, rakyat bisa kelaparan, masyarakat bertambah miskin akan mengudang negara bisa masuk dengan sistim aduh domba”, tutur Prof.Dr. Henry Fakultas Hukum Universitas Kristen di Jakarta.
Kata beliau, Negeri kita dengan jumlah penduduk sekitar 289 juta jiwa banyak polemik kasus kasus yang tidak di mengerti dimasyarekat, minsal PT. Timah Tbk, PT. Pertamina Tbk, dan PT. Atam Tbk.
Hal ini perlu tentang serius supremasi hukum ditegakkan bagi pencari keadilan terutama masalah Korupsi, Terorisme, Narkotika, kasus kepailitan ( momok & musuh.utama Negara NKRI ).
Sengketa pertanahan antisipasi, mafia tanah yang marak mensengsarakan rakyat kecil.
Kasus TPPU, PPA-PPO Human traficking dan Perbatasan Negara Exampel, Raibnya kedua pulau sengketa negeri Pulo Sipadan Ligitan yang di caplok oleh negeri serumpun melayu yakni Malaysia kaitannya seperti Kaltara kuching dan Serawak.
“Kami minta pada para aparat TNI dan Polri serius, Juga Negeri Singapura dulu lepas dari pangkuan si negri Jiran Malaysia, hal ini Tolak ukur memakai khaidah kongkrit global dengan Hukum lnternational,” ucapnya Prof Dr Henry.
(dr. Bernard)

